Minggu, 20 Oktober 2013

GOLKAR Indramayu

Para "pembaharu" itu hampir semuanya berasumsi, bahwa warga masyarakat Indramayu yg memilih Golkar dlm pileg, maka masyarakat pemilih tsb dianggap sebagai pemilih yg irasional alias pemilih yg tdk menghendaki adanya perubahan. Melihat peta jumlah pemilih Golkar pada pileg 2009 sebanyak hampir 50%, mampukah para pembaharu itu mengubah mindset pemilih yg dianggap irasional menjadi pemilih rasional, sehingga perbandingannya, pemilih rasional : 80%, pemilih yg dianggap irasional hanya 20% saja???... Kalau tdk mampu, maka apa yg selama ini digembar gemborkan oleh kelompok "pembaharu", cuma bulshit.. cuma NBTK ..
Suka ·  · Ikuti Kiriman ·  · 16 Oktober pukul 8:30
  • Suta Iskandar Percantik saja partai sendiri biar banyak yang jatuh cinta. Tidak usah mengumbar buruknya partai tetangga.
    16 Oktober pukul 8:35 melalui seluler · Suka · 1
  • Raja Alas Yg merasa dirinya caleg, tentunya yg hrs bekerja lbh keras utk mengubah mindset itu ...
  • Suta Iskandar Caleg cukup mendandani orang-orangnya sendiri dengan sebaik-baiknya. Buatlah masyarakat jatuh cinta, maka mereka akan melakukan apa saja.
    16 Oktober pukul 8:49 melalui seluler · Suka · 1
  • Raja Alas Kata kuncinya, tdk ada lain, selain para elit dan kader parpol selain Golkar, hrs mampu mendongkrak perolehan suaranya pada 2014, minimalnya 15 % dari tahun 2009 ...
  • Fahladi Tsaqaufi Kadang Perubahan itu butuh waktu kang Raja Alas .. kemungkinan perubahan tetap terjadi walu tidak Fantastik angkanya kang...
  • Hadi Santosa Farhan raja alas. apa memang ada tah pembaharu yg serius di sini? kalo ada tolong sebutkan identifikasinya? dan langkah2 apa saja yg sudah diambil?
    16 Oktober pukul 11:40 melalui seluler · Suka · 1
  • Sudarsono nanti ada Pembaharu Indramayu tahun 2020, Sabar sabar hehehe
    16 Oktober pukul 11:44 melalui seluler · Suka · 1
  • Raja Alas Hadi Santosa Farhan@: Bukankah kelompoknya Solihin cs, dgn GPI nya??.. (Gerakan Pembaharuan Indramayu)??.. Apa kelompok itu cuma bohong2an "pembaharuannya"???..
  • Hadi Santosa Farhan GPI rusaknya banyak oportunis di situ. hebatnya penguasa daerah saat ini selain menggunakan mesin birokrasi, ia juga melemahkan gerakan oposisi melalui penyusupan orang2 oportunis. Yang menjadi aneh mengapa partai2 juga tidak berani jika diposisikan jadi oposisi, toh ketika statusquo tumbang yg dapat untung kan mereka. Jadi jika di indramayu serius ada pembaharuan. Maka golongan tengah yg kita bangkitkan. Golongan tengah yg dimaksud bukan kelas ekonomi tapi struktur politik. Golongan tengah itu: ulama, budayawam, akademisi, pers. Jika itu sudah kuat. Tinggal bagaimana proses transformasi ke grassroot. selama ini golongan tengah sengaja dimatikan, sehingga grassroot termakan terus ideologi penguasa statusquo saat ini. Coba identifikasi sekali lg apakah 4 golongan tengah tadi ada yg serius mekakukan perubahan? Ketika partai politik mandul semua
  • Raja Alas Hadi Santosa Farhan@ : Kalau saya amati, semua parpol non Golkar di Indramayu ternyata terkesan cari aman ... beberapa parpol yg saya harapkan bisa menjadi oposisi penyeimbang, nyatanya tlh dgn tanpa malu2 malakukan kolaborasi tanpa tengok kanan tengok...Lihat Selengkapnya
  • Raja Alas Saya skg sdg menonton para caleg 2014 .. mampukah mereka mengubah mindset masyarakat, utk melakukan perubahan???..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar