Minggu, 13 Oktober 2013

Kesesatan Budaya atau Kebudayaan Sesat

Bagaimana Pandangan anda tentang Tradisi Unjungan Makam Kramat Ki Buyut ?
Acara unjungan Makam Keramat Ki Buyut di Desa kabupaten Indramayu.
Melakukan ritualan dengan membaca tahlil. Kedatangan pengunjung berdoa bersama, dan memberi shodaqoh. Pengunjung datang sambil mengungkapkan rasa syukur atas segala nikmat Allah yang telah di beri dan dirasakannya.
Tradisi Unjungan Ki Buyut Kebulen
Malam ini, Dalang H. Anom Rusdi menggelar wayang kulit di Desa Kebulen Kecamatan Jatibarang Indramayu. Dalang Rusdi bersama wayang kulit “Langen Budaya” memeriahkan acara unjungan Ki Buyut Kebulen. Menampilkan pesinden Hj. Itih S. Lakon yang diangkat berjudul CUNGKRING PENGEN DADI DEWA.
Suka ·  · Berhenti Mengikuti Kiriman ·  · 9 Oktober pukul 12:08
  • Martin Nahruirvan knp berdoanya di makam ya? pasti di situ ada masjid yg lbh afdol untuk berdoa..sekalian memakmurkan mesjid..
  • Totok Sukarno Baka Cungkring pengen dadi Dewa, tapi baka PETRUK pengen dadi Raja... Baka Ayah Siji Hasim pengen dadi apa Yah... Suami Anggota DPRD Indramayu... Amin.
  • Ayah Wahid Hasyim mas Toto Sucartono kelingan ning wangsalan ...CUNGKRING BALA DEWA, Wong Gering Irunge Dawa ... hehehe
    bagaimana tanggapan mas totok tentang Tradisi ini ?
  • Ayah Wahid Hasyim mas Martin Nahruirvan apakah salah berdoa di makam ?
  • Martin Nahruirvan kesan yg ada malah menyerempet ke hal yg "musyrik", ini di tandai dng bahasa kebuyutan, makam kramat, walau tujuannya bagus jg yaitu doa bersama dan bersyukur..tdk semua orang beranggapan sama bahwa itu hanya bntk syukur atau penghormatan kpd leluhur, pasti yg menyeleweng dr hal itu banyak jg
    9 Oktober pukul 12:22 melalui seluler · Suka · 1
  • Martin Nahruirvan berdoa blh dimana saja, tp dalam agama kan di atur dimana tempat" yg baik untuk berdoa..
  • Ayah Wahid Hasyim Realita yang ada dari acara Unjungan makam kramat Ki Buyut TAMBI desa TAMBI kecamatan Sliyeg :

    Setelah ritualan, dilanjutkan pergelaran wayang golek purwa. Sebelum wayang digelar, disembelih seekor kerbau jantan seharga Rp 12 juta. Kemudian daging kerbau sebagian dipakai untuk suguhan, sebagian lagi untuk konsumsi para nayaga dan artis hiburan serta dibagikan kepada fakir miskin di Desa Tambi dan sekitarnya.
  • Ayah Wahid Hasyim Selama tiga hari tiga malam di Komplek Makam Ki Buyut Tambi marak dengan berbagai hiburan. Ada komedi putar, korsel, hiburan sandiwara, singa depok, organ dangdut, dll. Masyarakat Desa Tambi dan sekirtarnya yang masih setia mempertahankan tradisi leluhurnya masing-masing mengadakan kunjungan ke makam sambil membawa aneka makanan berisikan daging ayam, ikan petek dan nasi congcot. Ada juga yang memberi uang dan beras.
  • Nudie Kuwu Banjarpetung Ini jelas abu- abu , atau putih yg disamarkan. Ibadah yg jelas2 saja masih ora rajin mka sebaiknya di hilangkan...
  • Ayah Wahid Hasyim mas Nudie Kuwu Banjarpetung ...
    Tradisi UNJUNGAN KI BUYUT di hilangkan, bagaimana caranya ..?
  • Nudie Kuwu Banjarpetung Bisa .. butuh waktu , proses , penggiat ,ulama , dan perda.
  • Dendy Jevo Zepang tidak perlu dihilangkan karena itu salah satu kebudayaan, tidak perlu menghubungkannya dengan ritual keagamaan
  • Bagus Sajiwo bagus banget tuh
  • Martin Nahruirvan kalo tahlil dan bacaan2 yg dibaca disana emang bukan kegiatan agama ya mas dendy jevo?
  • Dendy Jevo Zepang itu semua urusan pribadi masing2 dengan tuhanya, klo mnurut kita sesat ya tidak perlu kita ikutan, ikuti saja apa yg kita yakini
  • Ayah Wahid Hasyim anak putu keturunan Ki Buyut WIRALODRA / Tambi / Jaka Dolog dll pada ngamuk, kalau makamnya di gusur ....
    mereka punya kepercayaan dan keyakinan sendiri dalam memahami makna Unjungan Ki Buyut
  • Ayah Wahid Hasyim MAKAM KI BUYUT, MAKAM HABIB, MAKAM WALI, MAKAM NABI, MAKAM SYEKH dan MAKAM PAHLAWAN adalah perwujudan dari penghormatan keluarga, murid atau umatnya atas jasa-jasa beliau dalam hidupnya untuk di kenang atau menjadi suri tauladan bagi anak cucunya.
  • Aria Wiradibrata klo kaum arab melakukan haul seolah" org kt yakin apa yg dilakukan bangsa arab benar padahal haul dengan unjungan buyut apa bedanya ?? menurut sy ada sisi positifnya melakukan ujungan buyut tua muda gede cilik pada kumpul sebagai ajang silaturahmi d tangapaken wayang sing isine akeh petuah bijak tp sayang dalang sekien akeh'e lakon carangan....perlu d ketahui ini jawa bukan arab !
  • Dendy Jevo Zepang itu yg penting "SILATURAHMI" para leluhur melakukannya sejak zaman dulu, agar anak cucunya nanti, tetap menjaga tali silaturahmi
  • Ayah Wahid Hasyim Part II UJUNGAN KI BUYUT sama dengan HAUL...?
    I Suro sama dengan 1 Muharram ..?
    yang membedakan adalah BAHASA intinya sama yaitu Berbudi pakerti luhur dan berakhlaqul karimah pada sesama manusia, alam dan tuhan
  • Aria Wiradibrata ada pendekatan khusus terutama kepada para kuncen tentang pemahaman tentang ziarah agar pengunjung jgn minta" berlebihan kepada makam...kemaren waktu acara unjungan buyut jaka tarub pendekatan kepada para sesepuh agar tidak berbenturan pemahaman dan diberikan penjelasan serta filosofi dari kidung,sajen sampe kepada pengertian makna isi dari kidung....alhamdulillah para tetua sepakat dan tidak terjadi benturan.
  • Udeet Charsudy ambil positifnya sebagi ajang silahturohmi,mengenang bahwa org yg tlh mninggal jg pernah hidup,bentuk syukur kpd sang pencipta dgn berbagi terhadap sesama.
  • Ayah Wahid Hasyim Aria Wiradibrata tradisi Unjungan makam kramat Ki Buyut sudah menjadi adat rakyat dermayu di lakukan oleh keturunannya dan terus di lestarikan, sebagaimana acara HAUL HABIB KELING dan HABIB ABDUR ROHMAN ASSEGAF terus di lakukan sebagai budaya dan tradisi dari apa yang menjadi keyakinan oleh mereka.
  • Nudie Kuwu Banjarpetung Mitos yg dipelihara, biaya mahal dan tak ada guna. Unjung buyut jembrong patungan 50.000 per kk ... pasang batako buyut jembrong 5000 per kk....
  • Ayah Wahid Hasyim bagaimana dgn Ki BUYUT Wiralodra ... masNudie Kuwu Banjarpetung ?
  • Nudie Kuwu Banjarpetung Hampir tiap kuburan di junti ada unjungan . Satu desa lebih dari 2 buyut. Bahkan blok yg gk kuburan iri , jdi sumur , pohon tua di kramatkan trus di unjung sandiwara... satu buyut mupul 4 desa ....
  • Nudie Kuwu Banjarpetung Terlepas dari bid'ah , halal haram dll dsb ... ini salah satu kemunduran bangsa kita . Bangsa lain sibuk di bulan. Bangsa kita di repotkan mitos kuburan....3 x saya ke makam habib keling tuk ngopi2... geleng2 kepala, ngurut dada .... utamakan berdoa tuk keluarga terdekat .
  • Ayah Wahid Hasyim mas Nudie Kuwu Banjarpetung di SINDANG paling banyak makam kramat Ki BUYUT dan para HABAIB ... nuansa MAKAM di Kota dan di desa sama saja.
    mereka banyak melakukan RITUAL SPIRITUAL pada AREA pemakaman.
    saya kembalikan pada niat masing-masing peziarah / pengunjung Makam.
  • Totok Sukarno Mas Nudie KB dan Ayah WH, yuk kita ngopi2 di Wismarini.. Kaboran dari A sampai Z... Kapan? Diantos...
  • Ayah Wahid Hasyim mas Totok Sukarno mangga di agendakan untuk ketemu membahas Tema Unjungan Ki Buyut, sekalian malamnya kita ziarah situs ke makam ARIA WIRALODRA ke IV, V dan VI
  • Totok Sukarno saya cuma mau ngajak ngopi dan kaboran saja... Masbuloh?
  • Nudie Kuwu Banjarpetung Ngalem tukang mupul danae , panas2 keliling 4 desa demi kuburan. Minta2 dari rumah2 warga cari duit receh , beras raskin se ons... generasi tukang mupul bertambah karena banyak pengangguran...
  • Aria Wiradibrata kang Nudie Kuwu Banjarpetung apa yg anda lakukan setelah melihat fenomena masyarakat ketika melakukan kegiatan sia" jare wong dermayu aja glendenge bae lakukan yg bs anda lakukan tp pelan" bukan secara frontal penyakit begitu tdk bs langsung d hilangkan lakukan pendekatan, kt dan teman" bergerak sama dengan pemikiran anda ketika masyarakat melakukan kegiatan sia" tanpa mengerti maknanya tugas kt semua mengarahkan dengan tatanan yg benar...Budaya adalah kekayaan suatu bangsa ng amerika bli due kaya negara kt mas broo warna warni budaya'e antik lan keren.
  • Ayah Wahid Hasyim Jangan Pancung BUDAYA dengan Hukum Agama, seni budaya seperti SINTREN yang di anggap MUSYRIK jangan di Hilangkan karena bertentangan dengan Aqidah Beragama.
  • Udeet Charsudy bnyak dr kita yg menolak penerapan syariah di indonesia,bahkan mati matian mnyuarakan paham demokrasi yg sumbernya sndiri kt tdk tau darimna,apakah tdk bs dikatakan munafik klau dlm kegiatan/prilaku kt sehari hari diluar konteks yg di ajarkan agama dipersoalkan.
  • Totok Sukarno Laporan RESES Masa Persidangan III Fraksi GNPR, dikutip dari Ekspos Rakyat

    Bidang Agama Dan Sosial Budaya

    Sebagai Kabupaten Yang Memliki Program Religius, Yang Tertera Pada Komitmen Indramayu Remaja, Maka Diperlukan Upaya Sungguh Sungguh Dalam Pelaks
    anaan Program Mulia Ini. Oleh Karena Itu Ada Beberapa Temuan Yang Perlu Mendapat Perhatian Serius.

    1. Mohon Komitmen Dan Perhatian Semua Pihak Agar Kita Semua Berupaya Memberantas Habis Aspek Aspek Syirik Dalam Setiap Lini Kehidupan. Bentuk Dan Jenisnya Sudah Dapat Dikenali Oleh Semua Orang. Hal Ini Sering Dianggap Sepele, Tapi Sesungguhnya Inilah Sebab Utama Sulitnya Mendatangkan Pertolongan Tuhan Bagi Kita Semua. Perlu Dibentuk Tim Terpadu Dari Lembaga Terkait Untuk Memverifikasi, Mana Aspek Aspek Dari Budaya Budaya Lokal Maupun Budaya Budaya Dari Luar Yang Harus Dieliminasi Dan Mana Yang Boleh Terus Dipertahankan.

    2. Terdapat Pula Fakta Yang Cukup Mengerikan, Yaitu Tumbuh Suburnya Sarana Hiburan Yang Cenderung Menimbulkan Penyimpangan Kesusilaan, Seperti Hotel Maksiat, Rumah Karoke, Maka Dapat Dibanyangkan Kerusakan Generasi Kita Nampak Di Depan Mata. Upaya Penaggulangan Masalah Serius Ini Harus Dilakukan Dengan Edukasi Terus Menerus Tentang Kesehatan Reproduksi Sejak Dini. Di Sisi Lain Perlu Upaya Tegas Tangan Pemerintah Daerah Untuk Menutup Sarana Hiburan Yang Merusak Moral. Juga Fungsi Jasa Rumah Singgah (Seperti Perhotelan, Rumah Kost) Yang Harus Secepatnya Ditertibkan.
  • Ayah Wahid Hasyim Kebudayaan Sesat dan Kesesatan Budaya
    Pemahaman sesat yang sudah dibiasakan pada akhirnya dinamakan tradisi atau kebudayaan -”membudayakan kesesatan”. 
    Dan kebudayaan yang berasal dari pemahaman yang sesat layak dinamakan Kebudayaan Sesat.
    di mana batasan PAKEM KESESATAN BUDAYA dan KEBUDAYAAN SESAT?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar