Minggu, 20 Oktober 2013

Setiap Tahun Indonesia Kehilangan Rp 1.000 Triliun

Setiap Tahun Indonesia Kehilangan Rp 1.000 Triliun
Setiap tahun Indonesia selalu kehilangan uang hingga Rp 1000 Triliun atau 116 Miliar Dollar akibat sistem demokrasi yang tidak efektif.
demokrasi Indonesia sudah mengarah pada demokrasi 'wani piro'. Sebab, demokrasi Indonesia saat ini merupakan demokrasi traksaksional.
Yang dipilih masyarakat sekarang adalah orang yang tampilan oke dan memiliki duit.
Suka ·  · Berhenti Mengikuti Kiriman ·  · 17 Oktober pukul 23:55
  • Pi Dee menyukai ini.
  • Adi Sunaryo Tj Purnawan yg perlu dibenahi kesejahteraan ekonominya dulu, dg demikian pendidikanyg sesuai dpt mencetak masyarat menjadi pinter2 krn mampu utk sekolah
  • Ayah Wahid Hasyim Menurut NU, pemilihan langsung kepala daerah PILKADA yang berjalan selama ini dinilai tidak efektif dan hanya menghamburkan uang negara. Itulah sebabnya NU memintah pemilihan gubernur ditentukan oleh perolehan suara di DPRD. Pasalnya cara tersebut bisa menghemat anggaran negara.
  • Ayah Wahid Hasyim Dalam sidang bahtsul diniyah maudluiyah, disepakati bahwa :
    Sistem pemilihan umum kepala daerah (Pemilukada) secara langsung (dilipih rakyat) lebih banyak meninggalkan hal negatif ketimbang manfaatnya. 
    Itulah sebabnya Pemilukada lebih baik dikembalikan lagi ke DPRD.
  • Ayah Wahid Hasyim Pilkada ke DPRD itu tidak sepenuhnya baik. Namun, ia percaya cara tersebut akan meminimalisir efek negatif dibanding Pemilukada di masyarakat luas. 
    “Lebih gampang mengawasi DPRD daripada mengawasi masyarakat luas,”
  • Ayah Wahid Hasyim jadi : sebaiknya pemilihan kepala daerah di tingkat provinsi maupun wali kota/bupati dikembalikan lagi ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.
  • Adi Sunaryo Tj Purnawan memangnya dpr bisa dipercaya.. niru sistemnya jokowi aja ada tes and properties utk lelang jabatan
  • Ayah Wahid Hasyim "Jadi memang yang kita hadapi sekarang adalah gejala bangsa negeri kita menuju situasi yang semakin lemah. Bersama dengan tim yang saya bentuk setidaknya kita hitung bangsa Indonesia kehilangan Rp 1000 Triliun setiap tahun. Dengan sistem ini uang Indon...Lihat Selengkapnya
  • Ayah Wahid Hasyim Prabowo mengungkapkan, hilangnya uang tersebut diakibatkan dari banyak faktor. Bisa saja melalui pemborosan anggaran pemerintah hingga alih-alih melakukan aktifitas seperti mengamandemen Undang-Undang.

    "Suatu saat Indonesia tidak akan bertahan apabila 10 tahun kedepan masih seperti sekarang. Artinya, kita bisa kehilangan Rp 10 ribu Triliiun," katanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar