WS menjadi tenaga honorer K2 ?
Siapa yang membuat rekomendasi WS menjadi tenaga honorer K2 dan bagaimana kinerjanya selama mengabdi sebagai tenaga honorer...?
copast :
Yang menarik, tim pemantau mendapati mantan anggota Badan Pengawas (Banwas) PDAM Tirta Darma Ayu Indramayu, WS, yang ikut dalam proses seleksi. WS yang sebelumnya juga pernah menjabat Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Indramayu, dianggap aneh karena selama ini tidak banyak yang tahu kalau yang bersangkutan adalah tenaga honorer.
“Setahu saya selama ini dia tidak pernah bekerja menjadi tenaga honorer, tapi anehnya bisa masuk,” ujar salah seorang anggota tim pemantau.
Sementara Kepala BKD Indramayu, Drs H Eddy Mulyadi MM, saat dikonfirmasi mengenai hal itu juga mengaku terkejut. Meskipun demikian, setelah ditelusuri ternyata nama WS memang tercantum dalam database tenaga honorer K2 yang dikeluarkan BKN. Menurut Eddy didampingi Kasie Penerimaan Pegawai Winaryo SSTP, WS tercatat sebagai tenaga penyuluh lapangan pertanian pada Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Pertanian (BKP3) Kecamatan Lelea.
“Yang pasti kami memang hanya menerima usulan dari OPD masing-masing, dan yang menjadi persoalan sekarang ini adalah siapa yang membuat rekomendasi WS menjadi tenaga honorer K2 dan bagaimana kinerjanya selama mengabdi sebagai tenaga honorer,” ujar Eddy.
Eddy menambahkan, apabila ternyata kemudian ditemukan tenaga honorer yang tidak sesuai dengan kriteria maka tidak mungkin akan bisa diangkat jadi CPNS. Meskipun demikian hal itu masih perlu pendalaman lebih lanjut.
Masalahnya, kata Edi, bagaimana mungkin yang bersangkutan menjadi tenaga honorer dengan baik ketika dia menjadi anggota Badan Pengawas PDAM. Karena menjadi tenaga honorer itu harus terus menerus dan tidak putus.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar